28/05/11

JAMA TAKHIR, bagaimana caranya ?

Bagi seorang muslim shalat lima waktu merupakan tiang agama dan suatu kewajiban utk dikerjakan, karena merupakan salah satu Rukun Islam. Sholat lima waktu memang wajib dilakukan tp utk beberapa kondisi ada kemudahan yg Allah SWT berikan utk kita dalam proses pelaksanaanya. Misal jika kita tdk sanggup berdiri karena sedang sakit atau sedang berada dlm sebuah kendaraan maka bisa dilaksanakan dengan duduk atau bahkan sambil berbaring sebagai mana yg tertera dlm sebuah hadits,

"sholatlah dengan berdiri, jika tidak mampu dengan duduk dan jika tidak mampu dengan berbaring" (HSR. Bukhori)

atau bagi mereka yg sedang bepergian bisa juga menggabungkan dua waktu sholat dalam satu waktu, atau yg biasa kita kenal dgn sebutan " jama' ".

"Dari Muadz bin Jabal bahwa Rasululloh SAW apabila beliau melakukan perjalanan sebelum matahari condong (masuk waktu sholat zuhur), maka beliau mengakhirkan sholat zuhur kemudian menjamaknya dengan sholat ashar pada waktu ashar, dan apabila beliau melakukan perjalanan sesudah matahari condong, beliau menjamak sholat zuhur dan ashar (pada waktu zuhur) baru kemudian beliau berangkat. Dan apabila beliau melakukan perjalanan sebelum magrib maka beliau mengakhirkan sholat magrib dan menjamaknya dengan sholat isya, dan jika beliau berangkat sesudah masuk waktu magrib,maka beliau menyegerakan sholat isya dan menjamaknya dengan sholat magrib. (Hadits Riwayat Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi)"

Terkait tata cara sholat jama' tsb belum lama ini saya dan istri mengalami pilihan utk melakukan sholat jama' tsb. Jd ceritanya di akhir Bulan April 2011 kemarin kami pergi dr Bandung ke Kota Cirebon utk menghadiri undangan pernikahan sahabat Istri saya. Kami menginap satu malam di Kota Udang tsb dan keesokan harinya kami berencana pulang, shg sesuai jadwal check out hotel pd pukul 12 siang kami meninggalkan hotel utk pulang ke Bandung. Karena dikhawatirkan perjalanan lebih lama, maka utk sholat ashar kami kerjakan lebih awal dgn cara dilakukan jama' takdim di waktu sholat dzuhur sedangkan utk magrib kemungkinan kita sdh tiba di rumah jd ga akan sampe terlewat.

Tp ternyata rencana berubah, karena sama2 blm pernah berkeliling di kota udang akhirnya kami sepakat utk membatalkan travel yg sdh kami booking jauh hari sebelumnya utk keberangkatan pulang kami, dan akhirnya kami jalan2 dulu berkeliling kota Cirebon termasuk menjelajahi Grage Mallnya... :D

Jd akhirnya sktr pkl 16:00 kita baru berangkat pulang menuju Bandung menggunakan Bus Antar Kota. Judulnya sih AC, tp suasana di dlm Bus nya sangat2 tdk nyaman, karena penumpangnya ditumpuk meskipun kursi sdh penuh terisi tp sebagian dipaksakan utk berdiri belum lagi ditambah para pedagang asongan yg dengan bebas keluar masuk bus utk menawarkan dagangannya meskipun di dlm bus sdh sangat2 sesak.. :(

Kami kemudian berhitung waktu perjalanan, kami perkirakan akan tiba di Bandung sekitar pkl 20:00 wib, shg sholat magrib harus dilaksanakan di tengah perjalanan. Tp ternyata kondisinya tdk memungkinkan karena jika kami melaksanakan sholat di dlm bus dgn kondisi berdesak2n sangat tdk nyaman dan susah utk khusyu, sebetulnya pd waktu adzan magrib tiba kita sempat istirahat di daerah sumedang. Tetapi karena kondisi di dlm bus yg sangat tdk aman dan kita tdk memungkinkan jk harus sholat bergantian karena waktu istirahat yg sgt pendek akhirnya sholat magrib pun terlewat. Shg akhirnya kami putuskan utk menarik sholat magrib tsb menjadi jama' takhir di waktu isya.

Begitu tiba di rumah maka kami langsung bersiap utk melaksanakan sholat jama takhir, tetapi tiba2 ada keragu2an.. apakah harus melaksanakan sholat magrib dahulua baru isya atau justru melaksanakan sholat isya dulu baru magrib ?

Pada waktu itu akhirnya saya coba menghilangkan rasa was2 tsb dan berdasarkan pengetahuan yg saya dapat ketika mengaji di waktu kecil maka kami melaksanakan jama' takhir tsb dgn mendahulukan sholat magrib terlebih dahulu baru sholat isya.

Tp kemudian selalu muncul pertanyaan "apakah benar tata cara pelaksanaan sholat jama' takhir tsb ?"

akhirnya saya coba browshing kemudian menemukan beberapa artikel yg membahas permasalahan tsb. Dan ternyata memang ada dua pendapat yg berbeda mengenai jama takhir tsb. Ada yg berpendapat bahwa utk jama' takhir tetap mendahulukan sholat yg awal (dzuhur di waktu ashar dan magrib di waktu isya) ttp ada juga yg berpendapat sebaliknya yaitu mendahulukan dzuhur kemudian ashar dan magrib kemudian isya.



Utk rincian tata caranya adalah sbb :

Tata cara sholat jama’ sama dengan sholat biasa yaitu dzuhur, ashar dan isya dilakukan 4 rakaat dan magrib 3 rakaat. Jenisnya adalah :

1. Jama’ Takdim
Jama’ takdim adalah meng-awalkan waktu sholat. Jadi, apabila kita hendak bepergian yg kira2 cukup jauh di waktu Dzuhur, usai sholat Dzuhur kita lanjutkan dengan sholat Ashar. Hal yang sama berlaku untuk sholat Isya’, yang dilakukan di saat Magrib.

Yang tidak diperbolehkan dijama’ takdim adalah Dzuhur di waktu Subuh, ataupun Magrib di waktu Ashar.

Untuk melaksanakan sholat jama’ takdim, maka ada hal-hal yg mesti diperhatikan:
a. Kerjakan dulu sholat Dhuhur baru Ashar (atau Magrib dulu baru Isya).
b. Niat jama’ dilakukan saat hendak sholat Dzuhur atau Magrib. Dengan demikian, tidak sah jika niat jama’ dilakukan saat sholat Ashar atau Isya.
c. Dilakukan ‘menyambung’, dalam artian, tidak melakukan sholat sunnah setelah sholat Dzuhur atau Magrib. Dan juga tdk mengobrol atau mengucapkan sepatah kata pun.

2. Jama’ Takhir
Jama’ takhir kebalikan dari jama takdim. Dengan demikian, kita mengakhirkan sholat di waktu berikutnya. Berdasarkan poin 1, maka kita bisa simpulkan bahwa jama’ takhir itu berarti sholat Dzuhur & Ashar di waktu Ashar, dan sholat Maghrib & Isya di waktu Isya.

Hal yg tidak diperbolehkan adalah Isya di saat Subuh dan Ashar di saat Maghrib.

Untuk melaksanakan sholat jama’ takhir, maka ada hal-hal yg mesti diperhatikan:
a. Niat jama’ tetap dilakukan di saat sholat Dzuhur atau Magrib.
b. Kita masih berada dalam perjalanan pada saat Ashar atau Isya.

Khusus untuk sholat jama’ takhir, menurut artiket yg saya baca disalah satu blog ternyata mengharuskan utk mendahulukan waktu sholat yg terakhir. Sebagai contoh, jika kita jama’ takhir Dzuhur dan Ashar, maka kita sholat Ashar dahulu barulah sholat Dzuhur.

Tetapi kebetulan saya belum menemukan hadits sahih yg menjelaskan keharusan tsb shg masih menjadi pertanyaan... ????

Bagi saya pribadi saat ini yg paling penting adalah berusaha menghilangkan perasaan was2 (karena hal tsb bisa jd merupakan bisikan syaitan) dan menetapkan hati utk melaksanakan sholat jama' jika memang kondisi mengharuskan demikian, khusus jama' takhir saya tetap awalkan utk waktu yg seharusnya sampai benar2 menemukan dalil sahih yg menyebutkan sebagaimana keterangan cara jama' takhir spt yg tertulis di atas, bagi sahabat yg tau mungkin bisa sharing ilmunya... :D

wallahu'alam bissawab...





sumber : http://tausyiah275.blogsome.com/2008/05/27/sholat-jama-jamak-dan-qashar/

7 komentar:

urang geus komen di facebook. Hoream nulis deui.

Assalamu'alaikum warokhmatullohi wabarokatuh,,

Klo bagi saya pribadi, mendahulukan sholat yang ditinggalkan dulu baru sholat ada' nya. Masksudnya, misal kita berniat untuk sholat Dhuhur di kerjakan di waktu Ashar,,,ya kita kerjakan sholat Dhuhur dulu kemudian dilanjutkan dengan sholat Ashar.

Itu keyakinan saya selama ini. Hadist nya panjang untuk di jelaskan, tetapi singkat klo kita ambil contoh misal kita "Antre di ATM", kemudian kita diserobot oleh orang lain, marah kah kita? pastinya kita marah dengan menegur orang itu,,"mohon antre mas."
Ini hanya perumpamaan saja yang mungkin berlaku dengan waktu sholat..saya takut dhuhur marah klo waktunya di srobot ma ashar. takutnya dhuhur berhujjah "udah saya ditinggalkan,, masih mau di srobot lagi dengan ashar. Antree dong!!!!!"

maaf klo agak sedikit Guyon (Bercanda),maksud saya santai,tapi serius,,dan semoga Comment saya ada manfaatnya.

Wa'alaikumsallam warokhmatullohi wabarokatuh,,

Assalamualaikum wr.wb
Kalau menurut saya dalam mengerjakan shalat jama' baik takdim maupun takhir itu sah sah aja mana satu yg di dahulukan,yang utama adalah niat,dan jarak tempuh yg mengharuskan kita menjama' shalat,dan jangan lupa juga menghormati waktu...

wassalam......

buat tambahan biar yakin, nabi mengerjakan shalat secara berurutan, ada di sini nih,,,
http://sholat-istikhoroh.blogspot.jp/2012/06/tatacara-shalat-jama-dan-qoshar-serta.html

Menurut Madzhab Syafi'i TARTIB dan MUWAALAH dalam pelaksanaan shalat jamak ta'khir tidak menjadi persyaratan, maka boleh baginya memilih dari dua shalat yang hendak dijamak ta'khir tersebut mana yang ia kehendaki untuk didahulukan.

ويشترط لجمع التأخير شرطان فقط:
الأول ـ نية التأخير قبل خروج وقت الصلاة الأولى، ولو بقدر ركعة: أي بزمن لو ابتدئت فيه، كانت أداء. وإلا فيعصي، وتكون قضاء. ودليل اشتراط النية: أنه قد يؤخر للجمع، وقد يؤخر لغيره، فلا بد من نية يتميز بها التأخير المشروع عن غيره.
الثاني ـ دوام السفر إلى تمام الصلاة الثانية، فإن لم يدم إلى ذلك بأن أقام ولو في أثنائها، صارت الأولى (وهي الظهر أو المغرب) قضاء؛ لأنها تابعة للثانية في الأداء للعذر، وقد زال قبل تمامها. أما الترتيب: فليس بواجب؛ لأن وقت الثانية وقت الأولى، فجاز البداية بما شاء منهما

Dalam shalat jamak ta’khir hanya disyaratkan 2 saja :
1. Niat jamak ta’khir sebelum habisnya waktu shalat yang pertama meskipun sekedar satu rakaat artinya menjalankan niat pada waktunya shalat pertama yang andaikan ia jalani shalat diwaktu tersebut shalatnya menjadi shalat ada’ (bukan shalat qadha), bila ia tidak niat diwaktunya shalat yang pertama maka ia maksiat dan shalatnya menjadi qadha.
Dalil disyaratkannya niat adalah bahwa shalatnya ia akhirkan karena alas an jama dan terkadang shalat diakhirkan karena selain jama’ maka harus terdapat niat sebagai pembeda antara shalat yang diakhirkan sesuai yang diajarkan dan shalat yang diakhirkan karena unsure lainnya (misalnya teledor)
2. Langgengnya bepergian hingga sempurnanya shalat kedua, bila ia sampai tempat tujuan meskipun disaat tengah menjalankan shalat kedua maka shalat yang pertama (dhuhur dan maghrib) menjadi qadha karena waktu pelaksanaan shalat pertama mengikuti shalat kedua sebab udzur yang memperbolehkan dikumpulkannya dua shalat telah hilang sebelum ia sempurna menjalankannya.
Sedang masalah TARTIB (mendahulukan dhuhur atas ashar atau Maghrib atas Isya’) dalam jama’ ta’khir ini tidak diwajibkan sebab waktu shalat yang kedua juga waktunya shalat pertama maka baginya boleh mendahulukan shalat yang mana saja dari keduanya.
Al-Fiqh al-Islaam II/508
___________________________

وأما الترتيب فليس بواجب لان وقت الثانية وقت الأولى فجاز البداية بما شاء منهما وأما التتابع فلا يجب لان الأولى مع الثانية كصلاة فائتة مع صلاة حاضرة فجاز التفريق بينهما

Sedang masalah TARTIB (mendahulukan Zhuhur atas Ashar atau Maghrib atas Isya’) dalam jama’ ta’khir ini tidak diwajibkan sebab waktu shalat yang kedua juga waktunya shalat pertama maka baginya boleh mendahulukan shalat yang mana saja dari keduanya.
Sedang dijalankan secara terus-menerus juga tidak wajib karena shalat pertama dinisbatkan pada shalat yang kedua seperti halnya shalat yang tertinggal dengan shalat yang hadir maka boleh dipisahkan diantara keduanya.
Al-Muhaddzab I/105
____________________________

أما الترتيب والموالاة بين الصلاتين في جمع التأخير فهو مسنون وليس بشرط

Sedang masalah tartib dan terus-menerus diantara kedua shalat dalam jama’ ta’khir hanya kesunahan dan tidak disyaratkan.
Al-Fiqh ala Madzahib al-Arba’ah I/748
Wallaahu A'lamu Bis Showaab.

assalamu'alaikum wr. wb..
maaf banget respon sy telat bgt, setahun ke belakang sy jarang buka blog, kebetulan juga notifikasi ga pernah masuk ke email sy...
terimakasih utk respon dan sharing ilmunya... Semoga apa yg telah saya tulis dan teman2 tambahkan atau koreksi menjadi ilmu dan bekal buat kita sekalian, amiin :)

Poskan Komentar